Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Saturday, February 21, 2009

ahmad berkata




Selalu ada tempat disisimu
Kadang kebingungan membuatku tak bisa berfikir jernih untuk memulai untuk berfikir,ketakutan membuat rasa sesak dan cemas dalam hati.dulu aku sering bertanya adakah tempat yang aman dan bisa menghilangkan rasa takut .! jawabku dulu itu iya,..namu saya tak meng iyakan apa yang kujawab “iya” namun sekarang bahwa tempat itu ada bahkan selalu ada bagi kita yang ingin menuju kesana karena memanag tempat itu diperuntuhkan untuk bermunajat kapada sang pemilik segala tempat yaitu menjernihkan pikiran dan menyehatkan hati yang sedang sakit. Bagiku tempat itu ada disisimu yang selalu kosong untuk diisis dan untuk bisa mengisinya hanya dengan keyakinan ilahi.
Bagaikan berlayar di lautan
Saya sudah menetapkan tujuan meskipun tujuan itu pernaha gagal ,megapa saya masih berani untuk menetapkan tujuan.! karena layar-layar dilautan berbisik kepadaku melalui angin” aku sama dengan engkau bahwa para nahkoda telah menetukan arah untuk mencapai suatu daerah yang kutuju meskipun para nahkoda selalu sadar bahwa saya sang kapal tak digerkkan oleh tujuannya yang ingin dicapai tapi anginlah menggerakkan saya ,bukan mereka .sesuatu yang tak terlihat tapi bisa dirasaka keberadaannya” dan kadag angin sama sekali tak terasakan bahkan kadang juga sangat kencang yang bisa merusak layar sehingga tak mampu mencapai tujuan.begitupun dengan saya maupun aku bahwa tubuhku ini bagaikan sebuah alat yang digerakkan oleh ilahi dan hati dan fikiraku bagaikan para nahkoda yang siap untuk menentukan arah kemana aku harus pergi.

selengkapnya

ahmad berkata

Temukan dan rasakan
Aku bertanya pada sang ayah yang bekerja siang dan malam,“ bagaimana aku bisa menemukan kebahagiaan di dunia ini..? jawabnya “mencari kebahagiaan berarti siap untuk menerima kedatangan kesedihan dan siap pula melepaskan kebahagian itu,kebahgian itu hanya bisa dirasakan dengan menghayalakan apa yang diinginkan meskipun mungkin tak akan terjadi. Maka temukanlah impian mu itu dalam hanyalmu dan rasakan” sejenak aku menutup mata dan menghirup nafas dalam-dalam menghembuskannya lewat hidungku, dalam keadaan menutup mata ternyata aku berbicara kepada sesuatu yang kuyakini memilik segalanya ku meminta apa yang kuingikan dan kurasakan diapun menjawab permintaanku. Setelah membuka mata aku tiba-tiba kehilangan sesuatu bahwa tadi aku mendapatka apa yang kuinginkan. Aku berjanji akan kucari dan akan kutemukan untuk kurasakan kembali.
Terimah kasih
Sangat sulit mengabadikan kebaikan dalam ingatan tapi sangat mudah kejahatan tersimpan dalam ingatan..! kemarin engkau telah membantuku meskipun bantuan itu hanya sebagian kecil mempengaruhi penigkatan reputasiku tapi itu sangat bernilai ketika aku lupa mengcapkan terimah kasih kepadamu..yang kusesalkan setelah kau meninggal berulah aku mengingat kebaikanmu. Masih banyak lagi-lagi orang yang sering membantuku tak kuucapkan terimah kasih yang tulus kepada mereka. Bahkan aku bisa melupakanmu kebikan-kebaikan itu karna aku terlampau malu dan bingung dengan cara apa berterimah kasih kepada kalian. materi kuanggap sebagai hal yang terukur sedangkan kebaikan kalian n sagat kecil tapi nilainya terlampau besar ketika bantuanmu datang tepat pada saa aku membutuhkannya. Terimah kasih kepadamu yang telah membantuku sehingga aku masih tetap ada

selengkapnya

nostalgia

Biarkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri
Setiap pagi sehabis pelajaran pertama disekolah tak lupa aku menghampirimu untuk melepas kejenuhanmu disekolah. Bagiku kemalasanmu terhadap pelajaran bukanlah hal yang menakutkan. Lemahnya tingkahmu bukanlah alasan untuk tak mendekatimu….entah kapan aku tak menghampirimu setiap hari,kutanyakan kabar dan dukamu yang tak kau alami kemarin. Aku tak pernah sadar bahwa aku ini adalah bagian dari yang tak popular disekolah hanya seorang siswa miskin yang mencari impian dibangku sekolah.sebelum menganalmu yang kutahu adalah sebuah pandagan kebahagian yang hanya bisa dicapai melalui materi meskipun kebahagiaan itu sendiri tak penah kudapatkan dari materi.
Dengan duduk dan bercerita denganmu aku sudah memenuhi kewajibanku untuk melengkapi hidupku mengapa aku tak pernah sadar bahwa pada waktu itu kamu adalah salah satu kebutuhnku. Bahkan sekarang aku yang tak pernah lagi melihatmu masih sring teringat atas kebiasaan itu tapi dimanapun keberedaanmu sekarang….bagiku engkau dekat dan selalu ada dalam ingatanku. Jika aku bertemu deganmu s suatu saat nanti entah bagaimana aku mencintaimu? yang jelas caraku mencintaimu dimasa lalu adalah cara yang klasik dengan mencitai tanpa mejadikanmu pacar ataupun mengunkapkan kata cinta dan mengajakmu makan dan nonton. mendengarkan keluhmu dan menemanimu menghabiskan waktu dikelas adalah caraku mencintaimu serta aku selalu membutuhkanmu karena aku mencintaimu selengkapnya

Saturday, February 7, 2009

PUISI

TEMAN


Seseorang pernah berkata kepadaku



‘Kau adalah teman sejatiku”



“Kau adalah teman baikku”



“Kau adalah sahabatku”



Dan akupun berkata



“Apa ada yang lebih baik daripada teman??”



Jika aku berada di urutan ke-100



Dan temanku berada di urutan ke-99,



Lalu siapa yang dikatakan teman???


(by VisiTcha…)

Sahabat Adalah…..

  • Seseorang yang lari seribu mil dengan tergesa dan kembali dengan segelas air saat melihat bibirmu kering…
  • Seseorang yang terjaga semalaman dan menyelimutimu dengan tatapan matanya saat melihat tidurmu gelisah…
  • Seseorang yang menabung sen demi sen untuk membeli sesuatu yang kaupandang tak henti….
  • Seribu prajurit gagah menembus benteng musuh tak gentar dengan taruhan nyawa untuk memetik setangkai mawar untukmu…
  • Seseorang yang meneleponmu dari benua lain untuk menanyakan kabarmu karena di tengah malam buta itu ia tiba-tiba memikirkanmu…
  • Seseorang yang selalu menyediakan danau teduh melalui binary matanya kiala menatapmu meski ia baru saja melewati hari yang panjang dan melelahkan…
  • Seseorang yang selalu menyirami hatimu dengan air sejuk pegunungan melalui senyum lembut yang tak hilang meski ia berada dalam badai…
  • Seseorang yang duduk menantikan datangnya bulan purnama saat kamu membisikkan keinginan untuk memetik rembulan…

(by idHel… dari buku The Touch of Friends, yang diberikan oleh seseorang yang disebut sahabat…^^)

selengkapnya

Salam Redaksi

Assalamualaikum wr/wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada tim redaksi “EXIST” dalam menghadapi berbagai kesulitan baik dalam peliputan berita maupun dalam pengolahannya.Sesuai dengan namanya “EXCIST (EXCELENT COMMUNICATION FO SOCIETY)” kami berharap bulletin online ini akan selalu konsisten dalam menjunjung tinggi prinsip dan etika jurnalistik baik dalam peliputan berita maupun dalam pengolahannya mengikuti konsep EXCIST dimana berbeda dengan EXIST, massa EXCIST tidak akan berubah walau dibawa kemana-mana bahkan tidak terpengaruh oleh gravitasi, EXCIST akan menjadikan konsep ini sebagai filosofi dalam menampung aspirasi untuk kepentingan semua kalangan dengan tetap konsisten terhadap prinsip walau dalam kondisi apapun dan tidak akan goyah dengan kekuatan apapun. Ucapan terima kasih tak lupa pula kami berikan kepada KANDA-KANDA yang telah dengan sabar berbagi ilmu kepada kami dan anggota tim lainnya.Ilmu tentang dasar-dasar jurnalistik yang dapat kami timbah dalam kelas exkul membuat kami sedikit lebih mudah dalam peliputan berita di lapangan. Membangkitkan naluri jurnalistik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan,butuh waktu dan banyak latihan untuk itu.Kami tim redaksi “EXCIST” sedikit mengalami kesulitan terutama dalam menyisipkan waktu untuk membicarakan EXCIST demi memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa.Namun kesulitan itu kami anggap sebagai tantangan yang harus kami lewati.Kami pun terus berusaha meskipun berat untuk menciptakan tekad penuh dalam membangun EXCIST menjadi bulletin yang dapat bermanfaat bagi semua. Sebagai pemula,kami sadar akan keterbatasan dan masih dangkalnya ilmu tentang jurnalistik yang kami miliki namun, tugas untuk membuat bulletin online “EXCIST” ini menjadi sebuah pengalaman yang kami jadikan guru dan menjadi media introspeksi dalam melihat kekurangan –kekurangan dalam penulisan berita agar apa yang akan kami hadapi berikutnya dapat kami lewati dengan lebih baik dan ikhlas untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik yang lebih baik pula. EXIST tidak akan ada tanpa adanya kerjasama antara tim redaksi. Akhir kata, sekali lagi kami ucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu dari awal hingga terbentuknya “EXCIST”. Wassalam….