Wednesday, February 25, 2009

Mahasiswa dan Dinamika Sosial

Mahasiswa adalah generasi penimba ilmu yang nantinya akan menguasai dunia, dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat, merupakan sebuah pernyataan yang tidak berlebihan. Tapi akankah Mahasiswa mampu menguasai dunia tanpa adanya keterbukaan untuk menerima dinamika sosial ? jawabnya tentulah TIDAK, setiap Mahasiswa yang memiliki pendidikan yang maju harus memiliki keterbukaan untuk melakukan gerak sosial vertikal yang dinamakan dinamika sosial.

Pada umumnya sebab-sebab dinamika sosial dapat bersumber dari dalam Mahasiswa sendiri atau dari luar Mahasiswa. Sikap untuk mengakui, mau menerima dan menerapkan penemuan baru, seperti penggunaan mesin ketik, computer hingga yang tercanggih seperti Laptop dikalangan Mahasiswa tanpa adanya pengaruh orang lain merupakan contoh faktor yang datangnya dari dalam Mahasiswa sendiri, sedangkan contoh yang datangnya dari luar ialah adanya pengaruh orang lain untuk menggunakan kebudayaannya, sehingga Mahasiswa dapat tertarik untuk menggabungkan kebudayaannya dengan kebudayaan yang datang dari luar, untuk melakukan pergerakan sosial atau dinamika social dengan pola pikir bahwa Kebudayaan sendiri akan lebih maju apabila disandingkan bersama dengan kebudayaan dari luar. Namun tidak semua kalangan Mahasiswa mampu mendukung adanya dinamika sosial, ada segelintir Mahasiswa yang masih bersikap tradisional terhadap kebudayaan dari luar, Rasa takut akan pengaruh negatif yang dapat merusak integrasi kebudayaan, serta penerimaan ilmu pengetahuan yang lambat, akan menjadi penghambat dinamika sosial.

Sebuah kutipan buku “Pada umumnya generasi muda (Mahasiswa) dianggap sebagai kelompok yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui difusi, akulturasi dan asimilasi. Sebaliknya, generasi tua dianggap sebagai orang yang kolot dan sulit menerima unsur-unsur baru, (Manusia dan Masyarakat. Niniek Sri Wahyuni-)” dari dasar itulah pada paragraph diatas saya menyebutkan Segelintir Mahasiswa.karena hanya sedikit dari kalangan Mahasiswa yang masih tertutup akan suatu perubahan. Dan kutipan tersebut cukup mewakili akan Tanggung jawab yang besar bagi Mahasiswa untuk menjadikan dinamika sosial yang berpengaruh positif terhadap dirinya sendiri dan juga orang-orang disekitarnya.
Seperti kita ketahui bahwa tidak ada kebudayaan dan masyarakat yang statis.
Semua kebudayaan dan masyarakat mempunyai dinamika atau gerak yang sebenarnya merupakan gerak manusia yang hidup didalam masyarakat yang menjadi wadah dari kebudayaan tersebut. Gerak atau dinamika sosial yang terjadi disebabkan karena mereka mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lain disekelilingnya, dan dari situlah muncul keberagaman budaya sosial yang diyakini Mahasiswa akan menjadi sebuah kemajuan yang berkualitas. Akan tetapi masih adanya Mahasiswa yang berfikiran bahwa keterbukaan untuk mau menerima hal-hal yang baru, yang lagi trend dizamannya hanya untuk dikatakan sebagai Mahasiswa modern, mengikuti perkembangan zaman, dll. Akan tetapi mereka tidak sadar akan manfaat besar didalamnya, mereka tidak mau mengambil segi positif dari kebudayaan yang baru.

Mereka hanya mau menggunakan kebendaan yang lahir dari hasil kebudayaan yang baru, akan tetapi mereka tidak dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas kebudayaan, khususnya ilmu pendidikan berupa pengetahuan yang luas yang nantinya dapat dikembangkan dan juga diterapkan terhadap orang lain, hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat sulit dikalangan Mahasiswa, dikarenakan sifat individualistis, egois yang masih sangat sulit dilepaskan dari seorang Mahasiswa ditengah-tengah persaingan ketat untuk mendapat kedudukan yang layak dizaman modern.

Masyarakat yang aktif adalah masyarakat yang menguasai dunia sosial mereka, mereka sangat berbeda dengan masyarakat pasif dimana para anggotanya dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan luar atau kekuatan aktif lainnya (Sosiologi Kontemporer;Margaret M.poloma ). Merupakan tuntunan sekaligus tantangan bagi Mahasiswa untuk dapat bergerak aktif, aktif yang bukan semata-mata untuk melakukan segala keinginannya (nafsu) belaka.Mahasiswa dituntut untuk mendapatakan pengetahuan dan informasi agar mereka dapat bertindak dengan tepat.

Didunia ini penuh dengan pilihan dan akan banyak dampak yang harus kita pertanggung jawabkan dari pilihan yang kita ambil. Mahasiswa yang mampu memilih dengan tepat akan memiliki kedudukan yang tinggi dan juga berkualitas, karena mampu melakukan pergerakan sosial kearah yang lebih maju tentunya. Akan tetapi bagaimana dengan Mahasiswa yang salah melangkah, ataupun mereka melangkah tanpa arah tujuan dan juga mengerti akan manfaat dari suatu perubahan ? Tentunya mereka akan menjadi orang-orang yang jauh dari kesuksesan.
Orientasi yang digarisbawahi oleh kebanyakan peneliti terhadap gerakan kemasyarakatan yang mereka pelajari adalah bahwa gerakan berkaitan dengan ancaman-ancaman melawan institusi-institusi Liberal, demokratis, dan pluralisme demokratis (Teori Pergerakan Sosial:Robert Mirsel ) hal tersebut menjadi hal yang sangat ditakutkan dalam era dinamika sosial, apabila pada proses kontak kebudayaan selalu ada kelompok individu yang sulit bahkan tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi, sehingga mereka beranggapan bahwa perubahan yang terjadi akan membahayakan keutuhan masyarakat. Kestabilan terhadap keadaan tersebut sangat sulit diwujudkan tanpa adanya kesadaran yang datang dari faktor intern dari setiap individu, khususnya para Mahasiswa
Dibutuhkan sikap terbuka yang tetap selektif dalam memilih kebudayaan yang baru, mampu menguasai era dinamika sosial yang cukup menjanjikan, dan juga dapat menyebarkan manfaat ilmu yang kita dapatkan terhadap masyarakat umum. Hal-hal tersebut menjadi perumusan agar Mahasiswa mampu menjadi penakluk Dinamika sosial yang sejati bagi dirinya sendiri dan juga terhadap orang lain, menjadi penakluk sejati menjadi hal yang didambakan banyak mahasiswa sekaligus menjadi hal yang sangat sulit dicapai.
Akankah kita menjadi Mahasiswa yang terbuka oleh dinamika sosial..? ataukah menjadi Mahasiswa yang hanya statis pada suatu keadaan, keadaan yang dulu sekarang dan nantinya yang akan tetap sama. Kesemuanya kembali pada individu masing-masing sadar akan kebutuhan hidup yang akan bertambah dan berubah, pastilah dibutuhkan pergerakan kearah yang lebih maju, lebih maju dengan mengikuti perkembangan yang ada baik itu Teknologi, informasi, dan lain sebagainya. Tetapi hal tersebut tidak menjadikan kita untuk menyingkirkan kaum yang masih memegang teguh keyakinanya.

Comments :

0 comments to “Mahasiswa dan Dinamika Sosial”


Post a Comment