Showing posts with label karya exist. Show all posts
Showing posts with label karya exist. Show all posts

Sunday, December 6, 2009

From Nak Ganjil

Kami ditakdirkan sebagai pemilik NIM ganjil, itu berlaku sejak kami selesai registrasi ulang sekitar setahun yang lalu. Tidak ada yang spesial dengan hal ini sampai kegiatan kuliah dimulai. Awal semester kami disatukan di dalam kelas besar, namun saat beranjak naik ke semester dua, kami dipisahkan dengan alasan jumlah kami sangat besar. Jadilah kami berpisah di beberapa mata kuliah

Sejak perpisahan itu, kami para ganjil seakan ditimpa kesialan. Dimulai dari mata kuliah Pengantar Antropoligi, dosen kami punya mobilitas yang tinggi sehingga kadang kami ditelantarkan (hiks). Tapi tidak lama penggantinya datang, keadaan tidak bertambah baik sepertinya, bapak dosennya lebih banyak bercerita tentang angan-angan pengalaman serta kejengkelannya a.k.a curhat ketimbang menjelaskan teori antropologi.

Matkul Pikom juga membuat kami semakin dicap "sial". Sebenarnya sihh ndak sial-sial amat. Kami diajarkan banyak teori dan kuliahnya asik, tapi tugasnya lumayan. Mungkin para genap melihat tugas dan kehadiran dosen setiap minggu sebagai sebuah kesialan. Tapi ya sudahlah, kami sebagai ganjil menikmati saja kuliah menyenangkan itu.

Aplikom. Such a hell!
Ruang kuliah panas seperti di sauna. Dosennya juga sangat annoying (nama tidak disebutkan untuk menghindari cekcok). Tugas kami aneh aneh dan kami hanya diberikan penjelasan teori tanpa praktek (meskipun kami sudah tau praktek dari teori-teori yg diajarkan).

Sebenarnya banyak lagi di semester dua, tapi kita semua pasti tau keadaan kita saat itu

**
SEMESTER TIGA
Our Lucky year sepertinya..

Di tiga bulan pertama tampak sangat annoying memang. Kehadiran Ibu J****y yang mengubah kami dari anak serba lelet menjadi disiplin. Ditambah kehadiran Prof. M**** yang extra introvert membuat ruang kuliah yang panas semakin gerah. Karena hal tersebut tercetuslah "anak ganjil selalu sial", tapi kami para ganjil selalu menguatkan diri dengan "biarmi..semoga dgn ini cepatki selesai"

Well..entah keajaiban darimana, keadaan kami mulai membaik di tiga bulan terakhir. Ke

selengkapnya

Thursday, October 29, 2009

OPINI BY AHMAD

Ketika manusia-manusia dipenuhi sifat keserakahan,egois, kemunafikan dan hilangnya identitas sekaligus karakternya maka dunia ini akan dipenuhi oleh maling-maling yang memakan sesamanya.
Mereka tidak lagi idealistis serta ketidakmampuannya dalam mempertahankan keyaikanannya hasrat terfokus pada materi tidak lebih dari makan,minum,tidur,bermain,kawin
Sebagian manusia akan menjadi korban retorika bagi orang-orang yang pandai menjual omongan. Mendewakan pencitraan bukan melihat pada karakter
Inilah yang membuat suatu bangsa tak mampu memerdekakan dirinya mereka tidaklah dijajah oleh bangsa lain namun mereka dikuasai oleh kaum-kaum intelektual yang tak memiliki tanggung jawab bukan hanya itu mereka pun tampak cerdas tapi mereka bagaikan layang-layang yang putus.
Kita membutuhkan keyakinan yang disebut keyakinan spiritual yang mmampu meruba pandanagan kita yang tadinya diukur dari materi menjadi lebih manusiawi , system alam semesta pun aka mendukung untuk berbuat kebenaran dan keadilan bukan menjual keadilan untuk memenuhi kebutuhan. Sekaligus memberikan pencerahan kepada hati untuk memilih yang benar dan yang salah
Bukti bahwa alam semesta tidak mendukung lagi adalah banyaknya fenomena-fenomena alam yang menelan korban jiwa yang diakibatkan ulah manusia itu sendiri
Ini tidaklah terfokus pada konsep religi karena setiap orang pasti meyakini sesuatu apakah itu ideolagi,prinsip serta paradigma yang menjadikan mereka menjadi manusia-manusia yang berkarakter bukan manusia yang sebatas pada pencitraan (penampilan fisik)
Semoga manusia mampu menemukannya, yang membuat dirinya ini semakin manusiawi memiliki tujuan serta karakter dimana manusia lain tidak mampu menilai kita dalam stdarisasi yang rendah dimana mereka juga memiliki kebabasan untuk berkarya tidak diintervensi oleh apa yang laku kerena itu dapat menghilangkan identitas dan kualitasnya
selengkapnya

Tuesday, September 29, 2009

KAPURUNG

MAKASSAR,EXIST—Hari pertama kuliah seteah libur lebaran.

Pagi ini baru saja saya tiba di kota daeng setelah menempuh 8 jam perjalanan yang cukup tenang. Menemaniku pulang adalah kakakku Idham serta kresekan berisi sagu dan patikala pesanan temanku dan tak lupa pakaian serta kue kering hasil jarahan di rumah sendiri.

Sebelumnya, tepatnya sebelum lebaran salah seorang teman menghubungiku. Dia bilang EXIST mau mengadakan semacam Halal Bihalal di hari pertama kuliah. Dari obrolannya dengan Sang Ketan, disepakati yang menjadi menu utamanya adalah BUGALU (kapurung).

Jam sembilan lebih sedikit saya meninggalkan rumah membawa bahan kapurung supaya tidak usah repot pulang lagi.

)ugh..harus bersambung lagi..
lagi rapat jadi arus fokus..

selengkapnya

BER-CER-MIN

Dunia Kampus adalah dunia “orang dewasa”setidaknya itu adalah mind sett awal yg saya bangun ketika pertama kali menginjakkan kaki di sini …orang yg tahu benar bagaimana bersikap sebagai manusia dan sebagai makhluk sosial …
Tanpa terasa……..
Serangkaian prosesi ..pengkaderan , pelatihan atau apalah namanya telah berlalu .walau begitu , haru birunya akhir dari prosesi yg panjang dan melelahkan itu telah usai ….dan saya dan teman2 berhasil melalui dengan gilang gemilang , meski mungkin di mata sebagian orang ..beberapa dintara kami adalah sampah yg tidak pantas hadir di tengah ranah yg intelektual ini hanya karena tidak turut berpeluh –letih dalam prosesi yg mengharu biru tersebut . setidaknya kesemuanya itu adalah pijakan awal saya untuk melakukan sebuah kontemplasi….sebut saja sekedar bercerminYach..setahun lamanya ….proses “ pendewasaan “ itu kami jalani ….tapi tokh ternyata sebuah sistem yg ideal tidak selalu menghasilkan ouput yg ideal .sebuah sistem atau tatanan adalah suatu susunan atau konsep yg terstruktur dengan baik , dan bertujuan menciptakan keteraturan dan keselarasan , setidaknya ini yg saya tangkap dari bangku kuliah dan diskusi saya selama ini dengan beberapa orang,namun setelah setelah serangkaian prosesi yg menguras peluh ternyata masih ada yg “sisa” yg mengganjal.sisa2 itu berupa dendam , sakit hati , kecewa, amarah , dan kekecewaan mendalam yg entah ditujukan pada siapa …sistem atau yg membuat sistem tersebut ?.......
Saya mulai sangsi dan bertanya-tanya dalam hati
Sistem yg salah …atau yg mengendalikan sistemnya?
Huffff….
Apa benar serangkaian prosesi itu penting untuk kami ?
Ataukah “ mereka” yg membuatnya penting ?, dengan cara mencekoki kami dengan segala macam doktrin yg filosofis dan dogmatis…mereka memeberi gambaran tentang masa lalu mereka ketika ada di posisi kami waktu itu , dimana aku dan kawan2ku waktu itu cuma bisa melongo ..dan ada diantara kami tersenyum senyum sambil manggut2, ada juga yg memandang dengan bermacam perasaan yg berkecamuk , ada yg muak , ngantuk , bosan , ada yg sok asik +sok ngerti tatkalapemandangan seperti ini sering kusaksikan sendiri takkala “ mereka” berceloteh dengan ringan tentang ini dan itu, yang isinya bahwa kami harus paham yg ini boleh yg itu tidak boleh , bahwa tujuannya adalah suatu kebersamaan yg akan dibangun melalui rangkaian prosesi tersebut …padahal nyatanya ..setelah prosesi2 tersebut usai tidak semua diantara kami dapat merasakan kebersamaan yg dimaksudkan Cuma persoalan hanya karena tidak setuju dengan sistem atau rangkaian prosesi yg dianggapnya seolah2 telah menggeser” dunia kecilnya “.
Semuanya masih jelas terbayang , ketika saya dan beberapa kawan dengan sangat terpaksa mencukur habis rambut , hanya untuk memenuhi prasyarat dalam rangkaian prosesi , padahal kepala plontos adalah hal yg paling saya benci semenjak masih duduk dibangku sekolah dulu ….namun atas nama kepentingan bersama , sekali lagi …….kamipun melakukannya meski dengan perasaan sedih yg teramat sangat .
Yah …kenyataanya sebagain kawan2ku menganggap prosesi-prosesi tersebut itu penting , sebagian yg lain ada yg masa bodoh , ada yg merasa biasa2 saja , ada yg justru malah punya “ dunia kecil” nya sendiri …sehingga ia menganggap sepi segala macam urusan diluar “ dunia kecilnya tersebut .saya masih ingat dengan jelas , betapa beberapa diantara mereka harus “ main petak umpet” hanya untuk menghindari rangkaian prosesi pengkaderan .
Disinilah peranan sebuah sistem ,dimana ia harus merangkul semua sub2 sistem yang ada untuk menguatkannya, karena sebuah kesatuan yg kuat pada sebuah sistem hierarkis ,harus dibangun dengan pondasi awal “kebersamaan” …..,
……………..tapi bagaimana hal ini apat dicapai manakala sang empunya sistem justru melakukan sebuah konsep penyeragamam atau generaliasi yg menghasilkan sebuah standarisasi terhadap layak tidaknya sebuah legitimasi yg sah diberikan oleh public …ketimbang berusaha melihat apa sesungguhnya yg kira2 menjadi prioritas utama atau kebutuhan objek
Saya hanya berharap ….
Dimasa yg akan datang , tidak ada lagi yg berlarian …..bercerai berai …..berserakan ….semuanya bersama-sama ..dan tidak ada lagi ..tersisa dendam , dan segala macam perasaaan kecewa ….., dalam ruang kecil penuh canda tawa dan makna ……dibawah satu panji ….panji komunikasi ….sama
Saya sadar sepenuhnya ..
Saya Cuma setitik pasir diantara gemuruh ombak
Atau anggap saja saya Cuma seorang pengelana yg kebetulan lewat ….
Singgah
Lalu sedikit berceloteh
MAAF ……
Satu Harapan ….
Satu semangat
Maka dari itu
Mari sama2 :

BER-CER-MIN
(BER-sama-sama merajut CER-ita & MAsa depan Yg IN-dah )

selengkapnya

Friday, May 29, 2009

MAKASSAR,MASSA —Melahirkan suatu budaya “HEMAT” dikalangan Mahasiswa sangatlah sulit di zaman sekarang.Di lingkungan kampus mata kita dimanjakan dengan berbagai jenis makanan&minuman, kebutuhan akan pulsa, hingga produk-produk yang dapat menunjang penampilan kita untuk tampil “Waahh” setiap harinya. Dan perlu kita sadari menghemat pengeluaran sangatlah penting apalagi bagi Mahasiswa yang nge-Kost,
ataupun Mahasiswa yang berasal dari keluarga menengah ke bawah,yang tentunya akan membantu pembiayaan dari orangtua kita. Dibawah ini beberapa tips hidup Hemat dikalangan Mahasiswa.
* Daftar semua pengeluaran dan pemasukan tiap bulannya
* Hal ini bertujuan agar kita dapat mengetahui mana pengeluaran yang masih bisa ditiadakan untuk bulan berikutnya.
* Pemilihan tempat makan(kantin kampus)
* kamu harus jeli memilih tempat makan yang bersih, mengenyangkan, dan tentunya dengan harga murah. Dan lebih baik lagi apabila botol air minum selalu kamu bawa dari rumah.
* Hemat pulsa
* Hal ini juga menjadi kendala di kalangan Mahasiswa, tapi sekarang sudah hadir paket murah dari berbagai operator, yang tentunya kamu mampu menyeleksi mana yang paling menguntungkan budget kita.
* Hemat Transport
* Kamu bisa numpang dikendaraan temanmu sejauh itu tidak keseringan, ataupun tidak menyusahkan. Khusus rumah/pondokan yang dekat dari kampus, kamu cukup jalan kaki kekampus, menghemat sekaligus menyehatkan.
* Dapatkan Beasiswa
* Jangan sia-siakan beasiswa yang ada, tentunya ini dapat membantu pembiayaan kuliah dari orang tua kita.
* Pekerjaan sampingan
* Menjadi tips jitu dan sudah biasa dikalangan mahasiswa, untuk memenuhi kebutuhan yang lumayan banyak dan harus dipenuhi.

Dan perlu kita sadari segala kebutuhan di dunia ini ada yang pokok dan ada juga hanya sebagai pelengkap, tentunya Mahasiswa sekarang sudah pandai untuk membedakan kedua hal tersebut. ” and now Let’s try my tips ”.(dw)

selengkapnya

Thursday, May 14, 2009

Opini
SELEKTIF DALAM MENONTON
UNHAS, KaryaExcist08/an Setiap hari kita sebagai penonton harus memilih di antara banyak
program, yakni humor, kuis, film, berita, infotainment, dan sebagainya. Belum lagi keberagaman tema-tema yang diangkat, seperti mistis, kekerasan, seksualitas, ataupun religi. Semuanya menjadikan tayangan televisi seakan memanjakan para penonton. Sayangnya, kita seakan sering kali lupa, bahwa televisi tidak hanya
memenuhi kebutuhan kita, baik hiburan, ataupun berita dan informasi.
Televisi adalah pembentuk pola pikir. Pola pikir menentukan cara kita hidup. Dalam jangka panjang, cara kita hidup akan membentuk kualitas hidup kita. Bayangkan, kualitas hidup kita,
salah satunya, ditentukan kebiasaan kita menonton televisi. Demikianlah televisi bukan hanya kotak berisi gambar-gambar bergerak dan bersuara yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan kita saja, tetapi juga adalah pembentuk pola pikir kita. Pengaruh itulah yang membuat televisi patut diperhatikan. Tayangan-tayangan yang disajikan di dalamnya, dapat memengaruhi
pemikiran kita sedemikian rupa. Albert Bandura, dalam teori kognitif sosial (social cognitive theory) menyebutkan perilaku manusia secara langsung berkaitan dengan faktor-faktor personal dalam dirinya dan tarikan-tarikan dari lingkungannya. Semua ini saling berhubungan.
Televisi dan isi media, bisa dikatakan, memengaruhi ketiganya. Televisi memengaruhi pribadi saat ia menonton suatu tayangan. Di
saat yang sama, karena sifatnya massa, ia juga memengaruhi masyarakat. Tayangan-tayangan di dalam televisi ikut membentuk budaya massa. Cara kita berbicara, cara kita berpakaian, dan cara kita beropini terhadap sebuah masalah dibentuk tayangan-tayangan televisi. Pola pikir kita dipengaruhi tayangan televisi.
selengkapnya

Monday, May 11, 2009

Opini
DEMOKRASI DAN FEMINISME
UNHAS, KaryaExcist08/ahdKebebasan dan persamaan adalah fondasi dari demokrasi, kebebasan dianggap sebagai sarana mecapai kemajuan dengan memberikan hasil maksimal dari usaha orang tanpa adanya pembatasan dari otoritas tertentu,kebebasan juga dalam konsep demokrasi bukanlah kebebasan dalam arti sebebas-bebasnya namun kebebasan itu bisa dipertanggung jawabkan dan tidak menggangu kebebasan orang lain sedangkan persamaan diartikan sebagai sarana bahwa setiap orang memiliki hak yang sama tanpa dibeda-bedakan dan memperoleh akses dan kesempatan untuk mengembangkan diri serta berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dari prinsp inilah kaum feminis dinegara penganut demokrasi tumbuh subur dikalangan masayarakat dimana Femenis merupakan suatu faham yang timbul pada abad 18 pada waktu itu kaum wanita di eropa merasa diperlakukan secara diskriminatif oleh kaum laki-laki tidak memiliki hak yamg sama kususnya dibidang politik,ekonomi dan lain sebagainya meraka cenderung diperlakukan sebagai pekerja pada pabrik-pabrik saat berkembangnya industry di inggris bahkan tidak luput dari korban pelecehan seksual. Di indonesia juga didapatkan hal seperti ini sebagai contoh R.A kartini yang tidak mendapatkan kebabasan dalam hal pendidikan karena pada waktu itu nilai kebudayaan masih sangat kental. Dengan lahirnya istilah fememinisme ini , wanita bukan lagi sebagai subjek ataupun objek yang pasif mereka menuntut diperlakukan selaknya laki-laki,memiliki akses yang sama baik didunia pendidikan,politik,ekonomi (kesempatan kerja) dan lain sebagainya. Mereka juga tidak lagi dipandang sebagai alat reproduksi ataupun objek seks.
Sebagai bukti bahwa demokrasi sangat mendukung femenisme di Negara penganut demiokrasi. itu bisa dilihat dari banyak wanita yang mencoba untuk menjadi calon anggota legislative mengingat pemerintah memberikan proporsi dalam jumlah tertentu dari anggota legislative perempuan yang akan duduk di DPR namun dibalik ini semua tentulah memiliki konsekuensi dari kebebasan itu sendiri seperti peran seorang ibu dalam keluarga kususnya dalam hal mendidik anak tentunya akan berkurang karena ibu akan membagi perhatiannya dengan pekerjaan, dalam dunia bisnis wanita cenderung tidak mampu bersaing secara mental, bahkan terjadi kasus pemerkosaan dan perampokan terhadap wanita yang pulang malam sehabis kerja.
Maka hendaknya dalam menangapi arti kebebasan dan persamaan dalam demokrasi kususnya dalam konteks gender ( feminis) perlu ada pemikiran yang mengacu pada sebab-akibat, kemudian suatu kebebasan haruslah dapat dipertanggung jawabkan bukan kebebasan yang sebebas-bebasnya tanpa memperdulikan dilingkungan sekitar serta tidak merugikan orang lain
selengkapnya

Sunday, May 10, 2009

Opini
PHYSICAL APPERANCE ISN`T EVERYTHING
UNHAS, KaryaExcist08/W Wanita, kesempurnaan adalah membosankan! Segala sesuatu yang Anda pikir Anda adalah kekurangan yang tepat adalah banyaknya.
Menurut survei, tampilan fisik peringkat tertinggi sebagai "sangat" atau "sangat" penting untuk gadis remaja diri, diikuti oleh anak laki-laki di antara popularitas, populer di kalangan perempuan, masa remaja, aktivitas seksual dan keluarga. Partisipasi olahraga, kegiatan ekstra kurikuler, intelijen dan nilai dianggap oleh responden sebagai "agak penting" oleh hampir setengah grup.
Hasil survei yang benar-benar membuat saya heran, tentang intelijen menjadi peringkat terakhir dari apa yang menjadi kebutuhan perempuan. Bagaimana mereka membuat tampilan fisik sebagai prioritas, membuat saya berpikir tentang batas kesempurnaan diri dan kehormatan.
Apakah diri hormati? Cukup hormati adalah kondisi ketika Anda menyadari, merasa dan berpikir secara positif dan terima kasih kepada Allah dengan semua yang ada dalam tubuh Anda. Anda harus mempunyai tujuan sendiri tentang diri hormati. Jika Anda adalah seorang gadis dengan iman tentang diri Anda, Anda dapat memperoleh dan melihat bagaimana dunia ini akan memberikan anda "menghormati" karena keberadaan Anda di dunia ini.
Terkadang, akan ada waktu yang tidak memiliki wewenang untuk Anda melakukan kegiatan berpikir tentang kurang dan banyaknya masyarakat yang lain. Lahir sebagai gadis cantik yang akan menjadi mimpi menjadi kenyataan bagi semua perempuan. Namun dapat anda bayangkan jika seluruh gadis di dunia seperti Paris Hilton? Big NO! Orang bijak mengatakan bahwa musuh terbesar anda adalah anda sendiri. Jadi, Anda dikalahkan diri karena takut orang lain tidak dapat memberi tempat bagi seseorang yang "berada di kotak", bahkan ada yang indah besar pita sebagai hiasan di dalam kotak, orang akan melihat Anda sekali dan lupa bahwa setelah anda.
Dengan menerima dan memperhatikan apa yang Anda sebagai kurang, Anda akan menjadi begitu indah dengan menampilkan "yang unik", mengapa cinta dan keluarga atau teman Anda? Jawabannya adalah karena tidak hanya melihat bagaimana mereka, right? Kecerdasan dan rasa humors, yang membuat semua itu jadi manis di hati. Lain orang akan berpikir seperti itu terlalu tentang Anda jadi tidak hanya berpikir tentang tampilan fisik. Saja dan yakin akan diri Anda. Jika Anda tidak ingin memakai sepatu tumit tinggi, memakai make up dalam kegiatan sehari-hari. "Katakanlah itu keras! Ini bukan the real me! ", Tidak melakukan sesuatu yang Anda tidak ingin melakukannya karena hanya itulah cara yang mudah untuk jaminan anda keluar dari kesulitan. Mengetahui siapa Anda dan menempel dan menghormati diri Anda termasuk keberanian untuk membuat pengakuan tentang diri Anda. Anda kejujuran akan membawa dampak yang baik dalam hidup Anda daripada berpura-pura menjadi orang lain yang anda tidak tahu. Apakah salah jika Anda lahir dengan tubuh besar? Dan kemudian Anda melakukan diet gila untuk mengubah Anda menjadi sia-elegan atau sempurna princess? Jangan pernah menyalahkan diri anda, hidup ini adalah Hadiah dari Allah, termasuk tubuh kita. Kita semua juga memiliki kekurangan, tetapi ketika anda selalu berpikir tentang kurang yang akan menjadi beban Anda, Anda hanya beralih perhatian oleh memuji Anda kelebihan, banyak yang Anda lakukan, Anda akan lupa dan tidak pernah berpikir bahwa anda adalah binatang , dan berhenti untuk memberikan kritik ke tubuh perempuan yang besar, karena jika anda lakukan itu, Anda hanya akan menambahkan dukungan tentang pentingnya tampilan fisik.
Fakta bahwa kehidupan elite Hollywood besar membawa dampak buruk bagi semua remaja di dunia ini. Bagaimana selebriti menunjukkan glamorous kehidupan mereka, dalam industri televisi ini. Dari sisi komersial, industri ini menjanjikan banyak keuntungan, tetapi bagaimana dengan sisi psikologis bagi pemirsa? Paris Hilton, Lindsay Lohan hanya dua model peran yang buruk juga membuat citra buruk bagi dunia. Tetapi bila Anda bertanya tentang siapa yang selebriti yang dapat muncul sebagai model peran yang baik? Saya memiliki beberapa calon, tetapi prioritas adalah satu-satunya yang Afrika-Amerika bilyuner perempuan di abad 21 ini dan menjadi wanita yang paling berpengaruh di dunia. Memperkenalkan, Oprah Gail Winfrey (58). Bagi saya, dia benar-benar baik peran model bagi kami hari ini. Dengan daya tarik sebagai talk show host dan membuat sejarah nilai tertinggi sebagai talk show di Amerika Serikat. Oprah selalu memberikan inspirasi dengan baik, kejujuran, dan karya-karyanya untuk kemanusiaan. Tetapi bagaimana dia dalam hidupnya, tidak terjadi dalam satu malam. Oprah tumbuh sebagai seorang gadis broken home dan hidup dengan kemiskinan. Hal yang terburuk adalah Oprah 9 tahun, adalah seorang korban kekerasan seksual oleh sendiri paman, sepupu dia, dan sanak keluarga. Kenyataan yang dihadapi sendiri tanpa orang tuanya, ia tumbuh sebagai perempuan yang kuat dan benar-benar independen. Cerita dia harus menjadi rangsangan yang bagus untuk menjadi gadis yang mandiri, tidak peduli bagaimana Anda melihat dan kondisi Anda, jika Anda percaya dengan kemampuan Anda sendiri dan takdir, Anda percaya diri Anda, kondisi apapun, Anda akan benar-benar pemenang.
Jadi, bagi saya sebagai seorang gadis, jangan pernah menyesal apa-apa, karena setiap detail kecil hidup anda adalah apa yang membuat anda menjadi anda berada di akhir. Menghargai diri Anda dan menjadi "Anda". Menunjukkan kemampuan Anda, dan berakhir, masyarakat tidak pernah memberikan Hukum untuk anda hanya berdasarkan item yang Anda miliki, tetapi moralitas dan cara anda melihat diri anda lebih penting untuk masuk ke dalam dunia ini, kemudian Anda akan memiliki kehidupan sempurna.


Menampilkan daya girl ... ..
XoXo

selengkapnya
Opini
PRAHARA PEMILU 2009
UNHAS, KaryaExcist08/ad Pemilihan umum…! kepanjangan dari “pemilu” yang diangap sebagai jargon dari system demokrasi. pemilu dilaksanakan untuk memilih presiden dan wakil presiden,anggota DPRD,anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten dan kepala daerah. pelaksanaan pemilu di tahu 2009 ini cukup membuat kita resah karena selain menalan banyak dana dalam pelaksanaannya juga tidak segan menelan nyawa dan tidak luput pula gangguan jiwa yang dialami para calon anggota legislativ. Mangapa tidak bahwa dalam mencari suara dan menarik perhatian massa para caleg tidak segan – segan mengeluarkan harta yang cukup besar guna mendapatkan perhatian rakyat entah itu dengan memberikan bantuan kepada masyarakat, pembuatan baliho sebagai iklan, stiker dan baju kaos.
Berbagai tingkah anehpun Nampak dari para caleg-caleg tersebut setelah melihat hasil yang tidak sesuai dengan harapan mereka ada yang mengambil bantuan mereka kembali seperti mesin air yang disumbangkan kemushollah diambilnya kembali karena suaranya tidak cukup, ada yang gila, meninggal karena terserang penyakit jantung pada saat mendengar perolehan suaranya. Belum lagi polemic yang timbul akibat kecurangan-kecurangan, protes dan kritik terhadap kinerja KPU
Apakah dalam melaksanakan demokrasi yang dianggap sebagai ideology yang dapat mensejaterakan rakyat harus menelan bayak dana dan nyawa apalagi Negara ini adalah masih tergolong miskin sangat kontradiksi dengan penggunaan dana dalam pelaksanaan pemilu, mengapa juga para caleg rela mengeluarkan harta yang banyak dikarenakan hanya sebuah kedudukan yang tanggung jawabnya sangat besar, apakah dibalik semua ini ada sebuah permainan untung rugi yang diibaratkan bermain judi “ memasang 3 dan hasinya bisa 30 “ atau “ memasang 30 dan hasilnya 0 “ mungkin karena prinsip inilah mereka jadi gila.
Kadang kita mesti berfikir dibalik pelaksanaan pemilu termasuk orang yang kita pilih, apakah mereka yang mencalongkan diri untuk menjadi wakil betul-betul memiliki tekad yang ikhlas untuk mengamban kewajiban sebagai penyampai pesan apalagi ini menyangkut kesejatreaan masyarakat yang nantinya para caleg ini menyampaikan aspirasi kita bukan para caleg yang setelah dipilih malah memperkaya diri melalui korupsi dan ini terbukti caleg korupsi dan malah tertidur pada saat pembuatan UUD atau tidak hadir pada saat sidang
Disinilah kita melihat bahwa mereka tidak sepenuhnya ingin menyampaikan aspirasi rakyat justru malah mengecewakan rakyat dan tidak bisa merasakan apa yang dirasakan rakyat
apa yang kita lihat seperti pengambilan kembali bantuan yang sudah diberikan merupakan
bukti dari permainan mereka. Ada yang gila dikarenakan mereka telah mempertaruhkan segala apa yang ia miliki dan berharap setelah duduk semuanya akan kembali namun kenyataannya tidak.
Apa yang mereka tampilkan sungguh sangat kotradiksi dengan kehidupan rakyat dimana mereka dalam aksi kampanyenya terlihat begitu mewah, kenyang dan sejahtera. Bagaiman mungkin mereka bisa berbicara tentang kemiskinan,pengangguran, dan kelaparan sedengakan mereka tak pernah miskin dan lapar serta menghaburkan banyak uang dengan pembuatan baliho baju kaos,stiker dll. Bukankah itu tindakan pemborsan.
Oleh karena itu masyarakat setelah melihat prahara-prahara yang timbul dari pemilu yang pertama hendaknya membuka cakrawala berfikir tentang demokrasi khususnya mekanismenya “ pemilu ” tahu betul siapa yang dipilih, apakah ia mampu mengemban amanah untuk menyampaikan aspirasi, membuat UUD dan lain sebagainya. Dan untuk pemilu tahap kedua yaitu pemilihan presiden kita kembali lagi pada prinsip bahwa kita harus tau betul siapa yang akan kita pilih, apakah ia adalah sosok yang mampu membawa rakyat kepada impiannya sejahtera dan makmur, sosok yag mampu menempatkan dirinya pada rakyat, menganggap dirinya sama dengan rakyat menghargai persamaan.
“Dan semoga pada pemilu yang kedua tidak terjadi hal yang sama pada pemilu yang pertama”


“ Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakya
selengkapnya

Wednesday, March 25, 2009

Mahasiswa dan Politik 2009

Politik 2009…!!! Sangat terasa dikalangan umum khususnya dikalangan Mahasiswa, dengan berbagai atribut dari para calon walikota dan juga bupati. Jalanan merupakan tempat paling strategis agar semua masyarakat umum mampu melihat dan mengenal calon-calon pemimpin, dijalanan pula berbagai obral akan janji dari masing-masing calon penguasa nantinya.

(Seorang doktor politik yang disebut-sebut sebagai penasehat politik Taufik Kiemas, suatu saat ditanya oleh bosnya ”Bagaimana strateginya agar PDIP bisa memenangkan persaingan dalam pemilu 2004 nanti”, ”kuasai media khususnya televisi” jawab sang penasehat. Rupanya nasihat itu dianggap jitu, sehingga elit PDIP segera melangkah. Mengawasi Pemilu Mengawal Demokrasi: Lantoso dan Didik Supriyanto) Para Partai politik tidak pernah kehabisan akal untuk mencari akal agar dapat menarik hati rakyatnya, tidak hanya dijalan akan tetapi sekarang media Televisi sudah digunakan oleh calon penguasa negara untuk memperlihatkan kepedulian mereka terhadap kaum golongan kebawah. Saya menyebut sebagai calon penguasa tentunya dengan berbagai alasan, alasan yang menjadi pertanyaan berbagai pihak. Mengapa kehidupan ekonomi masih teras mencekik leher ? mengapa masih banyak anak Indonesia yang belum dapat bersekolah ? mengapa rakyat kecil masih kesulitan berobat karena masalah biaya ? Mengapa kaum golongan atas melakukan korupsi dalam keadaan gaji berlipat-lipat ? Mengapa semua ini belum bisa teratasi ? MERDEKA ??!!! Merupakan sebuah seruan yang dikeluarkan dengan semangat mengebu-gebu oleh para pejuang 63 tahun yang lalu. Dan sekarang sangat sulit diserukan karena keadaan bangsa dan negara belum dapat hidup Merdeka dari segala hal.
Berbekal dari keadaan itulah para Mahasiswa Bergerak untuk meminta pertanggung jawaban pemerintah, akan tetapi mereka melangkah pada hal yang salah, dan sudah menjadi hal yang lumrah pula disana-sini bahkan tiap hari Mahasiswa menjadi headline surat kabar, dan juga topik utama pertelivisian diindonesia, apalagi kalau bukan aksi demo yang mereka lakukan yang ”katanya” demi masyarakat indonesia yang hidup dalam kesengsaraan,ketidakadilan, dan juga kesenjangan sosial yang menjadi sesuatu hal yang tidak terhindarkan lagi. Akan tetapi dampak ataupun hasil dari aksi Mahasiswa belum dapat memulihkan keadaan Indonesia yang semraut.

Dampak tersebut cukup mewakili dan dapat menjadi patokan ataupun pembelajaran bagi Mahasiswa, bahwa hal yang mereka lakukan dengan niat yang baik tentunya tidak akan terwujud dikarenakan sistem yang mereka lakukan salah. Jelaslah salah dengan hanya merusak fasilitas umum, membakar ban, melempar batu dan segala hal yang tidak sewajarnya dilakukan oleh Mahasiswa yang notabennya sebagai penakluk sejati ilmu pengetahuan, penguasa dunia dengan modal wawasan yang luas.
Apakah keadaan politik Indonesia kedepannya menjadi perbincangan utama dikalangan Mahasiswa ? sebahagian Mahasiswa akan menjawab ”Ya” karena mereka peduli dengan bangsa dan negaranya, menginginkan kesejahteraan yang menjadi mimpi bagi orang-orang yang tidak memeiliki kedudukan dinegara sendiri, dan juga sebahagian Mahasiswa akan menjawab ”tidak” bagi mereka yang tidak mengerti akan politik, tidak peduli akan keadaan negara karena keadaan mereka yang makmur, dan memegang motto You dan Me, it’s diffrents. Semuanya menjadi hal yang biasa dizaman ini zaman yang sudah tidak mempedulikan arti persatuan dan kesatuan yang didengungkan oleh para pejuang 63 tahun yang lalu dengan kobaran semangat dan juga darah.


Mahasiswa yang bagaimanakah yang dibutuhkan oleh bangsa kita ? tentunya Mahasiswa yang berkompeten dan berkualitas bagus. Tidak hanya itu, mereka tentunya harus peduli akan bangsa dan negaranya dan mampu memperbaiki keadaan sehingga tercipta stabilitas nasional disemua kalangan. Hal tersebut saya utarakan karena sebuah alasan yang menjadi fakta, bahwa banyak Mahasiswa Indonesia yang sangat cerdas tetapi memanfaatkan kecerdasannya untuk dapat membangun negara lain. ”Ya” membangun negara lain, karena hanya dinegara lain mereka mendapatkan penghidupan yang layak, tetntunya dari segi ekonomi.
Sebenarnya apakah yang terjadi pada keadaan politik Indonesia ? (Teori dan Politik Konstitusi ; Bagirmanan mengeluarkan statementnya :...pendekatan keamanan, kurangnya keterbukaan, yang disertai tindakan preventif maupun represif seperti pengendalian bukan saja menunjukkan masih jauhnya cita-cita demokrasi, tetapi dapat dikatakan telah terjadi kembali penyimpangan-penyimpangan dari dasar dan cita politik bernegara dan berpemerintah yang dikehendaki konstitusi atau UUD). Tidak hanya itu yang terjadi, banyak penyimpangan dan penyelewengan yang terjadi diberbagai bidang, khususnya Hukum negara, Ekonomi, ketidakmampuan Indonesia mengembangkan budayanya sendiri, hingga kasus para koruptor (Dalam upaya membangun akhlak Partai PBB, menjanjikan akan memberantas Korupsi, Kolusi dan nepotisme. ” bila saya dan partai ini berkuasa seusai pemilu 2004 saya berani mengatakan paling lama dalam tempo 3 tahun KKN bisa diberantas ”kata Yusril ” Para koruptor Harus siaga satu ”kata Yusril mengancam, Pergulatan Partai Politik Di Indonesia ; Amsal Bakhtiar. Itu menjadi bagian ditahun 2004, bagaimana dengan korupsi ditahun 2008, tentunya masyarakat Indonesia harus siaga tiga.

Yang menjadi pertanyaannya mengapa keadaan tersebut bisa terjadi selama bertahun-tahun ? Apakah Nasionalisme telah luntur ? ataukah sistem pemerintah Indonesia yang salah ? jawabannya terletak pada Mahasiswa, mahasiswa sebagai calon pewaris bangsa yang belum dapat mengendalikan keadaan negara dan belum dapat mengambil langkah yang tepat.
Siapa dan apa yang salah bukan menjadi permasalahan yang harus dipersoalkan lagi, ditanyakan dan hanya diamati saja. Tetapi Bagaimana tindakan mahasiswa (pengucapan gelar untuk kesekian kalinya )sang pewaris bangsa mampu mengendalikan keadaan dinegara kita, bukan menjadi Mahasiswa yang hanya peduli pada gaya semata, peduli terhadap perkembangan Teknologi informasi dinegara lain dengan melupakan negara sendiri, dan juga melakukan pengrusakan dimana-mana. Mudah-mudahan Mahasiswa 2008 khususnya di Universitas Hasanuddin tidak bercirikan hal-hal tersebut diatas.

Akankah Politik 2009 mampu memperbaiki keadaan kita ? mampu mengiyakan keinginan rakyatnya, dan juga meningkatakan kestabilan diberbagai bidang ? tentunya hal tersebut menjadi pertanyaan dan juga harapan bagi negara kita tercinta Indonesia. Dengan adanya partisipasi Masyarakat Indonesia keseluruhnya, hal tersebut bukan hal yang mustahil dapat terjadi.

by Dewi Exist
selengkapnya

Monday, March 23, 2009

Opini Kawan Excist


TERNYATA KITA MASIH DIKUASAINYA

Ternyata bentuk pendominasian dan penindasaan itu belum juga berakhir ,ternyata hidup kita masih juga didominasi dan di tindas meski tidak dalam bentuk konkret .Namun,dalam bentuk yang terselubung,dibungkus rapi dan apik oleh nilai-nilai dan penuh dengan doktrinisasi yang bullshit.


Kenapa? Kita yang katanya diharapkan merdeka untuk berfikir dan berpendapat,ternyata masih didominasi secara kental dan psikis,kita dibuat merasa amat perlu dengan semua itu.Bahkan dengan hal-hal yang tidak logis sekalipun, kita dipaksa mempercayai dan meyakininya. Bukanya kita ini ditengah berdiri di atas yang katanya intelek,cerdas,dan berwawasan .Namun,pada kenyataan kita mesti dihadapkan pada situasi dan kondisi serbasalah,ketika dominasi pemikiran dan psikis itu masih juga ada, lalu apa bedanya dengan bangku sekolah dulu dimana kita dipaksa datang jam 7 pagi dengan pakaian seragam, dan rambut dicukur pendek dan ditambah dengan serangkaian tata tertib dan peraturan disiplin yang menurut saya terkesan dibuat-buat.

Kenapa tidak mencoba melihat keluar, keluar dari dominasi pemikiran individualistik yg memuat nilai-nilai dendam? Kenapa tidak melirik keluar sana, di negeri lain misalnya, dimana semua merdeka secara pemikiran, namun tetap saing menghargai satu dengan yang lain, biarkan masa lalu mengambil apa yg jadi bagian darinya, mari menatap hari esok tanpa perlu lagi ada dominasi dan penindasan mental dengan berselubung selimut nilai-nilai intelektual.

by dodi selengkapnya

Wednesday, February 25, 2009

RENUNGAN BUAT KITA

Pada tahun 1877, George Eastman bercita-cita agar dunia fotografi yang menakjubkan itu dapat dinikmati oleh orang pada umumnya. Pada waktu itu, para fotografer yang bekerja di lapangan harus membawa pernak-pernik perlengkapan yang beraneka ragam dan membawa air raksa yang sifatnya merusak. Eastman berpikir jika ia dapat mengurangi banyaknya elemen yang harus dibawa, ia pasti akan memperoleh sesuatu yang baru.

Ia bekerja siang dan malam di kantornya, membaca banyak buku kimia dan majalah tentang fotografi. Ia bahkan mengambil kursus bahasa asing agar ia dapat membaca informasi yang diterbitkan dalam bahasa Prancis dan Jerman. Bersama rekannya, ia membuka perusahaan tahun 1881. tiba-tiba saja, persoalan muncul dengan ditemukannya “lempengan metal”. Eastman mengembalikan uang kepada mereka yang sudah membeli lempengan metal itu dan ia kembali bekerja di laboratoriumnya. Tiga bulan kemudian dengan 472 kali percobaan, ia berhasil menemukan emulsi yang dapat bertahan lama yang selama ini ia cari.

Eastman menghabiskan waktunya tidur di tempat tidur gantung di pabriknya selama berhari-hari panjang membuat peralatan itu. Untuk mengganti gelas yang digunakan dalam piringan fotografi, ia ciptakan satu bahan yang tipis, bergulung, yang kita kenal sekarang dengan rol film. Untuk menggantikan peralatan kaki tiga penyangga alat pemotret, ia kembangkan kamera saku. Pada tahun 1895, fotografi akhirnya dapat dinikmati semua orang.

Visi jangka panjang George Eastman-lah yang mendorongnya tetap berusaha walaupun harus mengalami 472 percobaab gagal. Tetap tanamkan cita-cita dalam pikiran, atur langkah, capailah tujuan akhir, dan sebelum kita menyadarinya,cita-cita kita sudah menjadii kenyataan!^^

“Kita harus mencapai sukses jangka panjang untuk menghindarii frustasi karena kegagalan jang pendek”
Charles C.Noble

(by ideL… dari berbagai sumber) selengkapnya

Mahasiswa dan Dinamika Sosial

Mahasiswa adalah generasi penimba ilmu yang nantinya akan menguasai dunia, dan bermanfaat bagi lingkungan masyarakat, merupakan sebuah pernyataan yang tidak berlebihan. Tapi akankah Mahasiswa mampu menguasai dunia tanpa adanya keterbukaan untuk menerima dinamika sosial ? jawabnya tentulah TIDAK, setiap Mahasiswa yang memiliki pendidikan yang maju harus memiliki keterbukaan untuk melakukan gerak sosial vertikal yang dinamakan dinamika sosial.

Pada umumnya sebab-sebab dinamika sosial dapat bersumber dari dalam Mahasiswa sendiri atau dari luar Mahasiswa. Sikap untuk mengakui, mau menerima dan menerapkan penemuan baru, seperti penggunaan mesin ketik, computer hingga yang tercanggih seperti Laptop dikalangan Mahasiswa tanpa adanya pengaruh orang lain merupakan contoh faktor yang datangnya dari dalam Mahasiswa sendiri, sedangkan contoh yang datangnya dari luar ialah adanya pengaruh orang lain untuk menggunakan kebudayaannya, sehingga Mahasiswa dapat tertarik untuk menggabungkan kebudayaannya dengan kebudayaan yang datang dari luar, untuk melakukan pergerakan sosial atau dinamika social dengan pola pikir bahwa Kebudayaan sendiri akan lebih maju apabila disandingkan bersama dengan kebudayaan dari luar. Namun tidak semua kalangan Mahasiswa mampu mendukung adanya dinamika sosial, ada segelintir Mahasiswa yang masih bersikap tradisional terhadap kebudayaan dari luar, Rasa takut akan pengaruh negatif yang dapat merusak integrasi kebudayaan, serta penerimaan ilmu pengetahuan yang lambat, akan menjadi penghambat dinamika sosial.

Sebuah kutipan buku “Pada umumnya generasi muda (Mahasiswa) dianggap sebagai kelompok yang cepat menerima unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk melalui difusi, akulturasi dan asimilasi. Sebaliknya, generasi tua dianggap sebagai orang yang kolot dan sulit menerima unsur-unsur baru, (Manusia dan Masyarakat. Niniek Sri Wahyuni-)” dari dasar itulah pada paragraph diatas saya menyebutkan Segelintir Mahasiswa.karena hanya sedikit dari kalangan Mahasiswa yang masih tertutup akan suatu perubahan. Dan kutipan tersebut cukup mewakili akan Tanggung jawab yang besar bagi Mahasiswa untuk menjadikan dinamika sosial yang berpengaruh positif terhadap dirinya sendiri dan juga orang-orang disekitarnya.
Seperti kita ketahui bahwa tidak ada kebudayaan dan masyarakat yang statis.
Semua kebudayaan dan masyarakat mempunyai dinamika atau gerak yang sebenarnya merupakan gerak manusia yang hidup didalam masyarakat yang menjadi wadah dari kebudayaan tersebut. Gerak atau dinamika sosial yang terjadi disebabkan karena mereka mengadakan hubungan-hubungan dengan manusia lain disekelilingnya, dan dari situlah muncul keberagaman budaya sosial yang diyakini Mahasiswa akan menjadi sebuah kemajuan yang berkualitas. Akan tetapi masih adanya Mahasiswa yang berfikiran bahwa keterbukaan untuk mau menerima hal-hal yang baru, yang lagi trend dizamannya hanya untuk dikatakan sebagai Mahasiswa modern, mengikuti perkembangan zaman, dll. Akan tetapi mereka tidak sadar akan manfaat besar didalamnya, mereka tidak mau mengambil segi positif dari kebudayaan yang baru.

Mereka hanya mau menggunakan kebendaan yang lahir dari hasil kebudayaan yang baru, akan tetapi mereka tidak dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas kebudayaan, khususnya ilmu pendidikan berupa pengetahuan yang luas yang nantinya dapat dikembangkan dan juga diterapkan terhadap orang lain, hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat sulit dikalangan Mahasiswa, dikarenakan sifat individualistis, egois yang masih sangat sulit dilepaskan dari seorang Mahasiswa ditengah-tengah persaingan ketat untuk mendapat kedudukan yang layak dizaman modern.

Masyarakat yang aktif adalah masyarakat yang menguasai dunia sosial mereka, mereka sangat berbeda dengan masyarakat pasif dimana para anggotanya dikendalikan oleh kekuatan-kekuatan luar atau kekuatan aktif lainnya (Sosiologi Kontemporer;Margaret M.poloma ). Merupakan tuntunan sekaligus tantangan bagi Mahasiswa untuk dapat bergerak aktif, aktif yang bukan semata-mata untuk melakukan segala keinginannya (nafsu) belaka.Mahasiswa dituntut untuk mendapatakan pengetahuan dan informasi agar mereka dapat bertindak dengan tepat.

Didunia ini penuh dengan pilihan dan akan banyak dampak yang harus kita pertanggung jawabkan dari pilihan yang kita ambil. Mahasiswa yang mampu memilih dengan tepat akan memiliki kedudukan yang tinggi dan juga berkualitas, karena mampu melakukan pergerakan sosial kearah yang lebih maju tentunya. Akan tetapi bagaimana dengan Mahasiswa yang salah melangkah, ataupun mereka melangkah tanpa arah tujuan dan juga mengerti akan manfaat dari suatu perubahan ? Tentunya mereka akan menjadi orang-orang yang jauh dari kesuksesan.
Orientasi yang digarisbawahi oleh kebanyakan peneliti terhadap gerakan kemasyarakatan yang mereka pelajari adalah bahwa gerakan berkaitan dengan ancaman-ancaman melawan institusi-institusi Liberal, demokratis, dan pluralisme demokratis (Teori Pergerakan Sosial:Robert Mirsel ) hal tersebut menjadi hal yang sangat ditakutkan dalam era dinamika sosial, apabila pada proses kontak kebudayaan selalu ada kelompok individu yang sulit bahkan tidak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi, sehingga mereka beranggapan bahwa perubahan yang terjadi akan membahayakan keutuhan masyarakat. Kestabilan terhadap keadaan tersebut sangat sulit diwujudkan tanpa adanya kesadaran yang datang dari faktor intern dari setiap individu, khususnya para Mahasiswa
Dibutuhkan sikap terbuka yang tetap selektif dalam memilih kebudayaan yang baru, mampu menguasai era dinamika sosial yang cukup menjanjikan, dan juga dapat menyebarkan manfaat ilmu yang kita dapatkan terhadap masyarakat umum. Hal-hal tersebut menjadi perumusan agar Mahasiswa mampu menjadi penakluk Dinamika sosial yang sejati bagi dirinya sendiri dan juga terhadap orang lain, menjadi penakluk sejati menjadi hal yang didambakan banyak mahasiswa sekaligus menjadi hal yang sangat sulit dicapai.
Akankah kita menjadi Mahasiswa yang terbuka oleh dinamika sosial..? ataukah menjadi Mahasiswa yang hanya statis pada suatu keadaan, keadaan yang dulu sekarang dan nantinya yang akan tetap sama. Kesemuanya kembali pada individu masing-masing sadar akan kebutuhan hidup yang akan bertambah dan berubah, pastilah dibutuhkan pergerakan kearah yang lebih maju, lebih maju dengan mengikuti perkembangan yang ada baik itu Teknologi, informasi, dan lain sebagainya. Tetapi hal tersebut tidak menjadikan kita untuk menyingkirkan kaum yang masih memegang teguh keyakinanya. selengkapnya

Friday, February 20, 2009

pentingkah VAlentine

Sebuah Renungan ….

VALENTINE …..ketika kasih sayang dipertanyakan eksisitensinya

Kemarin .., tepatnya 2 hari yang lalu ,ketika kalender menunjuk 14 Februari 2009 , seperti kesepakatan dunia bahwa setiap penannggalan tersebut , manusia.., atau lebih tepatnya kita merayakan perayaan kasih sayang ,Valentine katanya warna-warni lembut yang didominasi warna merah muda menghias sepanjang hari , penjual bunga mawar dan coklat menuai untung yang berlimpah , lelaki da perempuan muda bergandengan tangan mendatangi café ataupun resto yg suasananya disetting dengan nuansa merah muda yang mencolok

Merekapun berdua-duaan sepanjang malam,
bahkan tak jarang ada yang berakhir di ranjang sebuah losmen atau hotel .


Kasih Sayang ….Perlukah dirayakan, kalau iya , lalu kasih sayang macam apa ?


Kita amat sering merayakanya , namun adakah diantara kita benar-benar memahami apa itu kasih sayang yang sewajarnya ? ,terkadang perayaan valentine dimaknai dengan berbagai persepsi ,terkadang terlampau sempit ataupun malah menjadi terlampau melampaui batas-batas yang wajar, sebagian kaum islam garis keras melarang perayaan valentine karena dianggap sebagai produk kaum nasrani ,perayaan semacam ini diaggap hanyalah menjadi jembatan untuk terjadinya hal-hal ma’siat


Sebagian lagi mengartikan Valentine sebagai sebuah perayaan yang penuh dengan nuansa hedonis yang kental , dengan mengatasnamakan kasih sayang , mereka berpesta-pora meneguk minuman beralkohol dan bahkan melakukan hal-hal yang amoral, hubungan seks diluar ikatan pernikahan dengan mengatasnamakan kasih sayang ,sebuah ironi memang ketika remaja-remaja kita ,generasi muda dengan mudahnya dicekoki oleh media yang”jahil”yang sengaja disetting untuk menampakkan kewajaran pada apa yang mereka lihat , majalah-majalah , tabloid , Koran , internet , dan buku-buku bacaan merupakan sumbernya . mereka seakan jadi manusia tak berakal yang senantiasa membenarkan apa yang mereka lihat di media melalui prilaku dan sikap, jelas mereka sebagai remaja ingin eksistensiya diakui ….media seakan membenarkan gaya hidup hedonis yang kacau balau,yang menjadi peyebab disfungsi otak , kita menjadi malas berfikir , kepekaan sosial kita sebagai manusia seakan dibungkam, dan jadilah kita merasionalkan doktrin –doktrin tadi , kita lupa dengan keadaan sekitar …dan jadilah kita menghabiskan waktu hanya dengan memuaskan nafsu duniawi saja. , inikah makna kasih sayang itu ?


Kasih sayang yang dijual murah di kafetaria dan restoran cepat saji, berduaan bertukar kado , memberikan mawar merah ,dan berakhir di ranjang hotel …inikah makna kasih sayang yang diwariskan St.Valentine ,yang dulu menikahkan pasangan-pasangan kekasih dijaman kerajaan roma ?

Saudaraku …..?


Memaknai kasih sayang tak cukup dengan bertukar kado atau coklat , kasih sayang mengajarkan kita bagaimana kita dapat peka terhadap lingkungan,sebab kasih sayang bukanlah sebatas pria dan wanita , terlebih lagi terhadap alam dan lingkungan sebab kasih sayanglah yang mampu menumbuhkan sebuah pohon menjadi rimbun


Marilah kita melepaskan semua atribut keduniwian kita , atribut kemausiaan kita karena kasih sayang bukanlah sesuatu yang perlu dipersoalkan benar atau salah ,tapi bagaimana memaknainya kasih sayang secara tepat agar ada taste of human itu dalam hidup kita ,sehingga seluruh semesta merasakan gaungnya.


Dody-“Ukie” Excist-08

selengkapnya
BENARKAH KITA TELAH JADI MAHASISWA ….?

(Didedikasikan untuk semua mahasiswa baru 2008 khususnya Mahasiswa Komunikasi angkatan 08 -EXCIST -08, mari sama-sama berjuang merebut kehormatan kita kembali)


Apakah kita telah jadi Mahasiswa ? , Mahasiswa adalah sebuah title sederhana yang sesungguhnya mahaberat untuk kita pikul , kita yang notabene berasal dari latar belakang yang beragam, teman-teman…. kini kita tengah berada dalam suatu ranah yang katanya intelek,kritis,dewasa dan penuh kejutan ,kita diakui ataupun tidak sedang berada dalam suatu pergolakan batin , betapa tidak .., ada nilai-nilai yang bersinggungan yaitu nilai-nilai yang kita bawa dari lingkungan
dan nilai-nilai dari lingkungan kampus , ini pun bukan tidak mungkin akan memunculkan multi persepsi yang berujung pada bergesernya nilai-nilai dalam benak kita sebelumnya , dengan nilai-nilai dari lingkungan kampus , atau malah mungkin lingkungan kampuslah yang melakukan sebuah rekonstruksi total terhadap pondasi nilai-nilai yang telah ada sebelumnya .


Menyandang gelar sebagai "Mahasiswa" tidaklah cukup melalui suatu legitimasi yang diberikan publik, lembaga akademik ,ataupun badan atau lembaga kemahasiswaan , status ini tidaklah cukup pantas diperoleh hanya dengan serangkaian prosesi pengkaderan dan penyambutan , ataupun ketika kita sama-sama mengenakan seragam putih-hitam dengan kepala plontos , atau ketika nama kita terpampang di Koran atau daftar absen perkuliahan . bahkan kartu mahasiswa pun belum dapat dijadikan jaminan bahwa kita pantas memperoleh sebutan tersebut .


Saudaraku …..

Menyandang status sebagai seorang mahasiswa adalah sebuah momen dimana kita dengan utuh memperoleh pengakuan serta legitimasi kampus , bahkan publik sebagai individu yang cerdas , berkompeten , dan berkualitas baik mental maupun spiritual , tidak cukup sampai disitu dengan adanya legitimasi tersebut justru menuntut sebuah perwujudan konkrit agar ia dapat dipertanggungjawabkan …….


Dan ketika kita gagal membuktikannya maka kita telah mencoreng gelar mahasiswa yang telah kita sandang . kita telah mengecewakan mereka , walaupun mungkin pada akhirnya kita berhasil selesai tepat waktu dengan cum laude namun pada hakikatnya kita telah gagal menjadi mahasiswa karena kita tidak berhasil membuktikan bahwa kita layak menjadi bagian dari kampus ini . ingat saudaraku …. Gelar sarjana yang kita peroleh tidaklah mampu menjadi jaminan akan kualitas mental dan spiritual , ia mungkin dapat menjadi rujukan dalam ranah pengetahuan yang kita pahami …, namun ia tidak menjamin kita memiliki soft skill dan taste of humanity .


Sungguh ironis ketika kita kini tidak lagi begitu peduli dengan semua itu .., kita merasa telah jadi mahasiswa ketika kita telah mengikuti PMB , dan serangkaian tetek bengek yang bersifat ceremonial belaka , ketika budaya hedonis menyerang otak kita jadilah kita generasi yang mengalami disfungsi otak dan hati nurani. Sadar atau tidak sadar kita tengah mencoreng legitimasi sebagai seorang mahasiswa .





Saudara-saudaraku


Tidakkah kita malu ….?


Ketika tindak kekerasan , pengerusakan fasilitas umum selalu didentikkan dengan mahasiswa ,padahal sebelumnya publik telah mencap kita sebagai generasi intelektual yang cerdas dan berwawasan luas . toh , kita dengan santainya dan bahkan dengan bangganya mengenakan jaket almamater tanpa pernah menyadari kita telah mencorengnya . bahkan idiom "jangan berkelahi seperti mahasiswa " menjadi populer di dalam kehidupan sehari-hari


Mereka menilai dari apa yang mereka lihat , toh itu hak mereka dan kita tidak memiliki kapasitas untuk melarang , bukannya sampai detik inipun kita masih larut dengan kebanggan kita sebagai MAHASISWA, kita masih larut dengan menghabiskan waktu di tempat hiburan malam , menonton film di bioskop , nongkrong di Kafe ataupun melakukan hal lain yang jauh lebih "menyenangkan "daripada berpikir tentang hal-hal yang "berat " hidup ini kan untuk dinikmati,jangan usillah , nggak perlu mikirin kaya gituan mendingan kita santai iya nggak ?


Saudaraku ….


Seterpuruk inikah citra kita kini sebagai mahasiswa ?

Masihkah kita akan tinggal diam ? tidakkah kita tergerak untuk membuktikan pada mereka bahwa kita pantas disebut "mahasiswa" generasi dengan prbadi yang cerdas dan kritis . kita ini bukanlah tong sampah yang setiap saat hanya menampung cacian dan makian bahkan terkadang sumpah serapah dari mereka , inilah saatnya kita bangkit melawan dan mengangkat senjata lewat karya nyata ….berkarya dan teruslah berkarya saudaraku ……agar mereka sadar bahwa kita ini merupakan bagian dari sejarah bangsa yang kelak akan menorehkan tinta emas pada lembar sejarah yang gemilang mari kikis segala perbedaan , saling rangkul , bahu membahu demi tegaknya legitimasi kita sebagai insan-insan intelektual .


Berjuanglah saudaraku …..

Mumpung pagi masih panjang ….


Sebelum matahari benar-benar terbenam di kampus kita




17 Februari 2009

Dody "Ukie-Excist-08" Kurniawan
selengkapnya

Sunday, February 8, 2009

MUSICAL HISTORY

TREND MUSIK MASAKINI : Kembali melirik kebelakang ........benarkah ?


BY DODI EXIST08


Jangan sekali-kali melupakan sejarah..........! , Penggalan kalimat disamping merupakan sebuah kalimat legendaris dari pidato Bapak proklamator indonesia dalam salah satu pidatonya yang legendaris :”JAS MERAH”, dan ternyata inti dari pidato Bung karno yang tergambar dalam penggalan kalimat diatas , tengah diterapkan oleh pelaku dunia permusikan dewasa ini ,beberapa tahun terakhir kita dapat melihat tengah terjadi perputaran trend musik , semua seakan –akan kembali melirik kebelakang , kembali kepada “pakem-pakem’ yang sudah ada sebelumnya, meskipun masih dengan dalih tetap dengan kemasan yang lebih “Fresh”namun benarkah kemasan itu benar-benar fresh ?



Menjelang tahun 2000-an, bermunculan band-band dengan tema musik yang cukup kreatif, diantaranya ada nama-nama seperti Jet,The Killers,The Strokes,dan Panic at the disco, bahkan band-band metal pun mulai menunjukkan tajinya, sebut saja nama-nama dragonforce,Kamelot,dan Avenged Sevenfold, setelah telinga kita “kenyang”dengan band-band beraroma,punk,emo-rock,alternative,dan hardcore,dan r’n’b kini seakan ada “warna baru” yang mengisi blantika musik dunia .



Sebut saja nama-nama jet, ketika mendengar lagu-lagu mereka,sebut saja are u gonna be my girl,Cold hard bitch,ataupun,rollover-dj, maka nuansa musikal yang akan mengiang ditelinga kita adalah nuansa rock’n’roll yang brutal ala THE-WHO,KISS, dan Band-band Garage-rock/rock’n’roll diakhir tahun 60’an hingga pertengahan 70’an begitu juga dengan The Killers, kita akan mengenangkan nuansa dari band-band era 70an dan 80an



Ketika mendengar Panic at the disco maka nuansa Pop,dengan balutan music techno dan dandanan warna-warni akan tergambar,kita mungkin bukan generasi era 80-an, tapi saya yakin ketika melihat dan mendengar lagu-lagu mereka kita akan mendapatkan nuansa dari band-band beraliran new-romantic,seperti Duran-duran,Kajagoogo,Culture club dan Flock Of the Seagull, .



Di Indonesia , Naif telah merintis karirnya dengan mengusung Pop 70’an ,ala THE BEATLES, kemudian ada Seurieus, yang mengusung Glam-rock ala Van-Halen dan Poison, lalu ada Club 80’s ,Soloist : Ronaldisco , dan The Upstairs dengan musik-musik “ Retro “ dan Pop-disco , yang amat jelas terinfluence dari band-band “New-Romantic”








selengkapnya

Tuesday, January 20, 2009

7 Kebutuhan Dasar Semua orang

1. Kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain.
2. Kebutuhan untuk disentuh dan dipeluk.
3. Kebutuhan untuk merasa dibutuhkan dan perasaan ”bersatu” dengan orang lain.
4. Kebutuhan untuk menjadi beda dan terpisah.
5. Kebutuhan untuk menyayangi.
6. Kebutuhan untuk merasa berharga , bernilai, dan dikagumi.
7. Kebutuhan untuk memiliki kekuatan dalam hubungan dan kehidupan kita. selengkapnya

Friday, January 9, 2009

Tahukah anda ?!?

Merokok dapat mengurangi massa tulang ,terganggunya system hor-

monal terutama Estrogen pada Wanita sehingga menyebabkan Meno

pause dini .


Ternyata dari hasil penelitian bahwa makan terlalu banyak Protein dan garam dapat mengakibatkan penipisan kalsium pada tulang.


Kopi ,teh , minuman soda ternyata dapat menyebabkan tubuh kehilangan

banyak kandungan kalsium di bandingkan dengan orang - orang yang

jarang minum kopi ,teh atau minuman soda...!?


Obat yang dianggap sebagai obat dewa yaitu kortison ternyata dapat

menyebabkan keropos tulang atau yang dikenal dengan Osteo

porosis dan memperlambat pertumbuhan tulang.


Sungguh Allah Maha Pencipta , tahukah kamu bahwa lidah kita mempu

nyai kurang lebih 10.000 indra perasa untuk mencicipi masa

kan yang sedaaap ....!!


Kebiasaan minum Alkohol sangat tidak ada faedahnya ,karena dapat

menjadi ketagihan , merusak sel Hati / lever sehingga dapat me-

nyebabkan sirosis Hati dan juga osteoporosis dini...wah..!?


Mulut kita ternyata dalam satu hari dapat menghasilkan air liur seba-

nyak satu (1) liter.

Percaya nggak...?!


Serangan Jantung ternyata paling banyak pada pagi hari ,yaitu pada

pada saat tekanan darah meningkat dan paling banyak terjadi pada

hari SENIN PAGI karena STRESS harus kerja setelah berakhir pekan..!


Ternyata Pada pagi hari terjadi peningkatan kadar testosteron baik pada

pria dan wanita dan peningkatan hormaon Estrogen dan Progesteron

pada Wanita , sehingga itulah sebabnya mengapa terjadi serangan

Fajar...?


Sarapan Pagi ternyata sangat penting karena ternyata Metabolis

me bekerja 20 % lebih cepat dan secara bertahap makin menu

run hingga malam,,,!

selengkapnya

Salam Redaksi

Assalamualaikum wr/wb Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan kepada tim redaksi “EXIST” dalam menghadapi berbagai kesulitan baik dalam peliputan berita maupun dalam pengolahannya.Sesuai dengan namanya “EXCIST (EXCELENT COMMUNICATION FO SOCIETY)” kami berharap bulletin online ini akan selalu konsisten dalam menjunjung tinggi prinsip dan etika jurnalistik baik dalam peliputan berita maupun dalam pengolahannya mengikuti konsep EXCIST dimana berbeda dengan EXIST, massa EXCIST tidak akan berubah walau dibawa kemana-mana bahkan tidak terpengaruh oleh gravitasi, EXCIST akan menjadikan konsep ini sebagai filosofi dalam menampung aspirasi untuk kepentingan semua kalangan dengan tetap konsisten terhadap prinsip walau dalam kondisi apapun dan tidak akan goyah dengan kekuatan apapun. Ucapan terima kasih tak lupa pula kami berikan kepada KANDA-KANDA yang telah dengan sabar berbagi ilmu kepada kami dan anggota tim lainnya.Ilmu tentang dasar-dasar jurnalistik yang dapat kami timbah dalam kelas exkul membuat kami sedikit lebih mudah dalam peliputan berita di lapangan. Membangkitkan naluri jurnalistik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan,butuh waktu dan banyak latihan untuk itu.Kami tim redaksi “EXCIST” sedikit mengalami kesulitan terutama dalam menyisipkan waktu untuk membicarakan EXCIST demi memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa.Namun kesulitan itu kami anggap sebagai tantangan yang harus kami lewati.Kami pun terus berusaha meskipun berat untuk menciptakan tekad penuh dalam membangun EXCIST menjadi bulletin yang dapat bermanfaat bagi semua. Sebagai pemula,kami sadar akan keterbatasan dan masih dangkalnya ilmu tentang jurnalistik yang kami miliki namun, tugas untuk membuat bulletin online “EXCIST” ini menjadi sebuah pengalaman yang kami jadikan guru dan menjadi media introspeksi dalam melihat kekurangan –kekurangan dalam penulisan berita agar apa yang akan kami hadapi berikutnya dapat kami lewati dengan lebih baik dan ikhlas untuk menghasilkan karya-karya jurnalistik yang lebih baik pula. EXIST tidak akan ada tanpa adanya kerjasama antara tim redaksi. Akhir kata, sekali lagi kami ucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu dari awal hingga terbentuknya “EXCIST”. Wassalam….